[lintasjabar tkp] Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Rahmat Hidayat Djati, M.Ip., menolak rencana pemerintah untuk impor beras. Bahkan Rahmat mendukung langkah Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Budi Waseso, yang menyatakan Indonesia tak akan lagi mengimpor beras pada tahun 2021 ini.

Hal tersebut ia sampaikan menyusul adanya rencana pemerintah mengimpor beras sebanyak 1 juta ton. Rencana impor beras itu juga ditentang oleh Dirut Perum Bulog, Budi Waseso yang akrab dipanggil Buwas. Sementara saat ini, Perum Bulog sendiri dikabarkan masih memiliki stok beras impor.
“Sebaiknya Pak Jokowi segera menghentikan kebijakan impor beras. Kemudian malah saya mendukung langkah Pa Buwas (Budi Wases.red) yang menolak impor beras. Ya, masa cadangan beras di dalam negeri masih ratusan ribu ton. Lantas pemerintah mau mengimpor beras lagi,” katanya Rahmat Hidayat Djati, Selasa (16/3/2021).
[xyz-ips snippet=”bacajuga”]
Lanjutnya, bahwa upaya impor dari pemerintah tidak akan menaikan tingkat ekonomi masyarakat. Yang ada malah “mematikan” para petani yang berasnya dipastikan tidak bisa tersalurkan dan tidak terjual.
“Pastinya para petani akan kelimpungan. Beras hasil panen mereka tidak ada yang menampung karena nantinya pemerintah akan sibuk mengelola beras impor. Jadinya ‘kan beras hasil petani akan terabaikan. Padahal, seharusnya yang diutamakan adalah beras hasil dari para petani kita,”ujarnya.
Beras impor itu merupakan sisa dari pengadaan tahun 2018. Total pengadaan tahun 2018 sendiri sebetulnya sebanyak 1.785.450 ton beras dan masih tersisa 275.811 ton beras yang belum tersalurkan. Dari jumlah tersebut, 106.642 ton di antaranya merupakan beras turun mutu.
[xyz-ips snippet=”bacajuga”]
Rahmat menyebutkan, impor beras akan semakin menyulitkan ekonomi rakyat, khususnya akan berimbas kepada para petani. Diprediksi, jika pemerintah tetap menjalankan kebijakan impor beras, harga gabah dari petani akan mengalami penurunan drastis.
Rahmat mengungkapkan, berdasarkan hasil komunikasi pihaknya dengan DPR di Jakarta dan hasil pengumpulan data di lapangan, ia melihat potensi produksi panen raya tahun 2021 sangat bagus prospeknya. Sehingga, seharusnya pemenuhan stok beras bisa cukup dengan menyerap produksi dalam negeri.
“Berdasarkan data, Bulog pada 7 Maret 2021 lalu, memiliki stok beras sebesar 869.151 ton, yang terdiri dari stok komersial sebesar 25.828 ton dan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 843.647 ton,” tuturnya. (San)












